Terima kasih, Pak Rudi.

Rudi Corens, akrab dianggil Pak Rudi, adalah sosok penting di balik berdirinya Museum Kolong Tangga. Pak Rudi adalah seorang seniman kelahiran Belgia, yang banyak berkecimpung di dunia teater, opera, dan film. Namun yang paling beliau senangi, adalah teater anak-anak.

Memang, Pak Rudi sangat mencintai anak-anak dan dunia mereka. Dalam perjalanannya berkarya di berbagai negara, Pak Rudi mengoleksi mainan dan benda-benda lain yang berhubungan dengan dunia anak. Sampai akhirnya, beliau mendatangi Yogyakarta. Ia jatuh cinta pada negeri ini, pada budayanya, juga anak-anak Indonesia.

“Anak-anak membuat saya tertawa. Tak seperti orang dewasa, yang justru sering membuat saya sedih”.

Pak Rudi mendambakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak, sehingga beliau berjuang dengan cara yang luar biasa. Bersama beberapa relawan, anak-anak muda Yogyakarta, ia merintis Museum Anak Kolong Tangga, yang kini bernama Museum Pendidikan dan Mainan Kolong Tangga. Pak Rudi menyumbangkan seluruh koleksi mainan dan berbagai obyek lain yang berkaitan dengan dunia anak, untuk dikelola Yayasan Dunia Damai, yayasan yang menaungi Museum Kolong Tangga.

Pak Rudi bersama relawan Museum Kolong Tangga, dalam kunjungan ke bangsal anak RS. Sardjito, 2008

Melalui koleksinya, ia ingin mengajak anak-anak belajar dengan cara yang menyenangkan, lewat mainan dan permainan. Pak Rudi ingin, anak-anak mengembangkan kreativitasnya, dan semakin akrab dengan kebudayaan. Melalui mainan, Pak Rudi ingin anak-anak mengenal kehidupan anak-anak lain dari luar tempat tinggal mereka, dari seluruh wilayah Indonesia, bahkan dari seluruh dunia.

Museum Kolong Tangga diresmikan di Taman Budaya Yogyakarta tahun 2008, dan terbuka untuk semua anak dari latar belakang apapun. Museum tidak memungut biaya sepeser pun dari anak-anak, meski museum mengalami krisis finansial. Tahun 2017, museum terpaksa harus berpindah dari Taman Budaya Yogyakarta. Walaupun tak memiliki tempat bernaung, Museum Kolong Tangga tetap memberikan program-program pendidikan alternatif untuk anak Indonesia.

Pak Rudi bersama relawan dan anak-anak anggota Perpustakaan Burung Biru, 2014.

Putih rambutnya, lanjut usianya, tak menghalangi Pak Rudi untuk terus bekerja di museum bersama para relawan. Hingga sakit mulai menggerogoti tubuh beliau, mimpi untuk membuka kembali Museum Kolong Tangga belum juga pupus. Di usia ke-86, tepatnya hari Rabu, 2 September 2020, Pak Rudi berpulang ke pencipta-Nya.

Tak lagi dapat berjumpa dengan Pak Rudi, tentu saja meninggalkan duka. Sosok yang idealis, disiplin, namun hangat dan senang berkelakar itu telah tiada. Perjalanan Kolong Tangga masih panjang. Kami terus mengenang Pak Rudi, dan terus yakin bahwa beliau akan terus menerangi jalan kami dari sana.

Pak Rudi, beristirahatlah dengan tenang. Kami, para relawan, dan anak-anak Indonesia, sangat berterima kasih padamu.

Perpisahan dengan Pak Rudi dapat dilihat di video ini:

Profil Pak Rudi secara singkat dapat dilihat di video ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *