Tas Jaring dari Papua

Sekilas, tas jaring ini terlihat seperti tas biasa. Tapi di Papua, anak-anak menggunakannya untuk mengumpulkan buah sambil bermain bersama teman-teman mereka. Perempuan Papua, terutama dari Suku Dani juga menggunakan tas serupa untuk mencari makanan di hutan. Tas jaring mungil ini sendiri adalah tiruan dari ukuran yang lebih besar yang digunakan oleh orang dewasa.

Sobat, orang-orang dari suku pedalaman di Papua memang masih mencari makanan dengan cara yang sangat tradisional. Biasanya mereka berburu hewan dihutan atau menanam sendiri bahan makanan untuk kemudian diolah. Salah satu makanan yang mereka anggap lezat dan bernutrisi adalah larva sagu. Konon larva sagu ini kaya akan protein lho. Tapi yang jelas, orang Papua sangat senang mencari larva yang hidup dalam pelepah pohon sagu dan memanggangnya. Ada juga yang memakan larva sagu ini mentah-mentah.

Tas jaring dari Papua atau biasa disebut noken

Tas jaring dari Papua atau biasa disebut noken

Nah, tas ini adalah salah satu alat yang mereka gunakan untuk mengumpulkan makanan. Selain itu masih banyak alat-alat lain yang mereka gunakan untuk mengumpulkan makanan, dan hampir semua juga memiliki versi ‘mainannya’. Mainan yang bisa dikatakan sebagai replika dari bentuk aslinya ini memang digunakan oleh masyarakat Papua untuk melatih anak-anak mereka tentang cara berburu dan mengumpulkan makanan sejak dini.

Asal Sobat tahu saja, tas ini adalah sulaman dari serat alami pohon. Saat ini banyak dibuat tas dengan model serupa menggunakan benang nilon. Memang lebih berwarna-warni sih, tapi tas dengan warna serat pohon sangat cantik lho! (Ami)

 

Artikel ini juga dimuat dalam Majalah Anak “Kelereng”, Edisi ke-9, Mei 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *