Kodok dan Celengan

Kodok adalah hewan yang termasuk bagian penting dari lingkungan. Tapi kodok yang di Museum Kolong Tangga tentu bukan kodok sungguhan. Kodok ini terbuat dari tanah liat yang dibakar dan dilukis dengan sangat indah. Kodok ini berfungsi sebagai celengan. Usianya kira-kira 80 tahun. Wah, sudah tua ya?

Celengan kodok ini dibuat di Kudus. Sudah lama anak-anak menjadikannya sebagai tempat menyimpan uang. Saya banyak menemui benda-benda berbentuk kodok dari berbagai tempat di Indonesia. Ternyata, di seluruh dunia banyak orang yang suka mengumpulkan benda-benda tersebut. Meskipun sebenarnya, kebiasaan mengumpulkan benda-benda berbentuk kodok itu sudah dimulai sejak 2000 atau 3000 tahun yang lalu.

kodok

Kodok menjadi salah satu simbol yang baik dalam beberapa peradaban yang sangat kuno seperti Cina, India, Mesopotamia, dan Amerika Selatan. Kodok biasanya dikaitkan dengan hujan. Banyak legenda dan mitos tentang kodok yang diceritakan oleh pendongeng dari berbagai kebudayaan di dunia.

Tahukah kalian bahwa kodok juga memiliki suara yang istimewa? Kalian pasti juga tahu kalau di Yogyakarta masih ada kodok mainan yang dijual dengan harga cukup murah, bukan? Sampai saat ini masih banyak anak-anak dan orang dewasa yang membeli mainan kodok karena suara yang dimilikinya, “ krookh…krokh….” Suara itu seperti mengajak kita, “Ayo kita berjalan-jalan di tengah hujan.” (Pak Rudi)

 

Artikel ini juga dimuat dalam Majalah Anak “Kelereng”, Edisi ke-6, Februari 2009.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *